Search

Klaster Bogor, Sebar Kasus Positif Hingga Samarinda

Sejumlah kasus positif di beberapa daerah dilaporkan terkait dengan Bogor.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Nugroho Habibi, Mursalin Yasland, Wahyu Suryana, Antara

Sejumlah pasien positif virus corona jenis baru atau Covid-19 terlacak dari satu sumber yaitu daerah Bogor. Penyebarannya klaster dari Bogor ini terhitung cukup luas.

Sudah ada beberapa daerah di Indonesia yang terpantau melaporkan kasus positif corona berkaitan dengan Bogor. Yaitu, Solo, Yogyakarta, Batam, Lampung, dan Samarinda.

Dari Solo dilaporkan, dua pasien positif yang meninggal di RSUD dr Moewardi (RSDM) Solo adalah peserta seminar di Bogor. Selain dua pasien meninggal, masih ada ada empat pasien lainnya yang positif Corona di Jawa Tengah. Para pasien itu juga memiliki riwayat yang sama, yaitu mengikuti seminar di Bogor.

Di Yogyakarta, Juru Bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, Kamis (18/3), menyebut total ada empat pasien positif yang dirawat RSUP Dr Sardjito.

Sejauh ini, belum diketahui apakah kedua pasien positif itu memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri. Tapi, Berty menerangkan, kedua pasien itu baru pulang dari perjalanan luar kota. "Telah pulang dari Bogor, dan dari Jakarta," katanya.

Sedangkan satu dari empat orang pasien dalam pengawasan (PDP) di rumah sakit wilayah Lampung telah positif mengidap virus corona (Covid-19). Pasien lelaki berusia 62 tahun tersebut, masuk rumah sakit setelah kontak dengan orang terkonfirmasi positif Covid-19 di sebuah gereja acara seminari di Bogor.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Lampung dr Reihana membenarkan, seorang pasien lelaki dirawat di ruang isolasi RSUD Abdul Moeloek. “Benar, positif. Pasien pernah kontak orang terkonfirmasi positif Covid-19 di gereja Bogor,” kata dr Reihana dalam keterangan persnya, Kamis (19/3).

Kronologisnya adalah pasien tersebut mengikuti seminar gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) di Hotel Aston Kota Bogor pada 25-28 Februari 2020. Pasien pulang ke Bandar lampung menggunakan pesawat pada 29 Februari 2020.

Pada 3 Maret, pasien tersebut mengalami gejala demam panas, batuk, dan susah menelan, dengan suhu bada 37 derajat celcius. Bersama anaknya, pasien berobat ke dokter swasta, dan melakukan cek di RS Advent Bandar Lampung.

Pada 13 Maret, pasien belum sembuh, dan berobat ke Puskesmas Simpur, Bandar Lampung. Bersama anaknya dibawa ke RSUD Abdul Moeloek. Pihak rumah sakit langsung mengisolasi pasien sebagai PDP di ruang isolasi yang telah disiapkan.

Pada 15 Maret, pihak Diskes mengirim sampel swap pasien ke laboratorium di Jakarta. Pada 18 Maret 2020, hasilnya telah diumumkan Kemenkes bahwa positif mengidap penyakit Covid-19.

Menurut dr Reihana, kasus gejala pasien tersebut dilaporkan anaknya berusia 32 tahun. Dari pihak keluarga, lanjut dia, mereka mendapatkan informasi bahwa dalam perkumpulan jemaat yang diikuti orang tuanya telah meninggal setelah didiagnosa menderita Covid-19.

Di Batam juga dilaporkan ada warga yang terkait dengan klaster Bogor. Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi menyatakan, seorang warga Batam yang positif Covid-19 kini dirawat di RSUD Embung Fatimah.  

"Ini berhubungan dengan klaster di Jakarta, karena dia berkumpul di Bogor," katanya, yang menyebut dalam kasus di Jakarta itu, seorang pasien meninggal. "Dia terkonfirmasi dengan kasus itu," kata Didi Kusmarjadi, Kamis (19/3).

Dari Samarinda terdata satu orang warga Samarinda dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19. Ia adalah peserta pertemuan di Bogor, Jawa Barat. Berdasarkan pelacakan kontak pasien tersebut sempat mengikuti pertemuan di Bogor, bersama dengan pasien dari Solo yang dinyatakan meninggal karena corona.

"Pasien ini sebenarnya cukup proaktif, setelah mereka mengetahui salah satu rekannya dari Solo meninggal melalui grup di media sosial, mereka langsung melaporkan di saluran 112 untuk diperiksa oleh tim medis dari Dinkes Kota Samarinda, dan setelah itu dirawat di ruang isolasi RSUD AWS, " kata Plt Direktur RSUD Abdul Wahab Syahranie Samarinda, Dr David Hariadi kepada awak media di Samarinda, Rabu malam (18/3).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Andi M Ishak menambahkan satu pasien yang dinyatakan positif, diketahui berangkat ke Kota Bogor bersama dengan tiga rekannya dari Kota Balikpapan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor menyatakan akan berkoordinasi dengan Dinkes daerah lain yang menyebut ada koneksi antara pasien positif di daerahnya dengan acara di Bogor. Beberapa pasien positif tercatat sebagai peserta acara seminar gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) di Hotel Aston Kota Bogor pada 25-28 Februari 2020.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno mengaku masih belum melakukan kontak dengan Dinkes lain, seperti salah satunya Provinsi Lampung. Retno mengaku belum mendapat konfirmasi terkait adanya pasien positif corona yang mengikuti seminar di Hotel Aston.

"Saya belum telusur, belum kontak dengan Dinkes Lampung baru baca berita ya. Ada positif riwayat di GPIB saya belum telusur ke sana. Karena saya belum dapat konfirmasi," kata Retno saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (19/3).

Jika benar di Aston, sambung Retno, pihaknya akan melakukan proses penelusuran kontak. Retno menjelaskan pihaknya telah mencoba berkomunikasi dengan panitia dan pengelola Hotel Aston.

"Saya hubungi panitia di Aston, itu kan ditanggal 26-28 Februari. Logikanya kan sudah lewat masa inkubasi. Tapi kan musti tahu yang ikut di seminar itu katanya memang ratusan, saya baru sampai menghubungi Hotel Aston," kata dia.

Retno menjelaskan, belum mendapat data lengkap para peserta yang hadir dalam seminar tersebut. Karena itu, pihaknya mengaku masih kesulitan untuk melakukan langkah penelusuran.

"Nah, itu belum saya dapatkan, tapi kami sudah hubungi Hotel Aston. Minta data dan panitianya, pesertanya siapa saja. Ada dapat nama tapi alamat tidak ada," kata dia.

Berdasarkan data yang diperoleh, Retno menjelaskan, terdapat sekira 500 orang yang terlibat dalam acara tersebut. Peserta bukan hanya berasal dari Bogor melainkan sejumlah daerah di Indonesia.

"Ini dapat PR (pekerjaan rumah) lagi. Karena memang betul pada tanggal itu ada GPIB. Saya sedang melusur. Kota Bogor itu siapa saja," katanya.

Dia menambahkan, kasus di Solo bukanlah masuk dalam seminar Aston. Retno menyebut, pasien Solo mengikuti acara di Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

"Intinya yang di Solo beda kasus. Itu di Babakan Madang, itu sudah berkoordinasi dengan Dinkes Kabupaten itupun saya belum mendapat data (peserta) dari kota Bogor," ucapnya.

Kota Bogor tercatat sudah memiliki dua pasien positif corona. Salah satunya adalah Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto diisolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor setelah dinyatakan positif virus corona. Dia diisolasi sejak Kamis (19/3) malam sampai selama 14 hari ke depan.

Bima Arya bersama rombongan dari Pemerintah Kota Bogor usai kunjungan kerja selama sepekan ke negara Turki dan Azerbaijan, memeriksakan kesehatan di Rumah Sakit Bogor Senior, Kota Bogor, pada Salasa (17/3). Dari hasil tes kesehatan tersebut, yang diterima Dinas Kesehatan Kota Bogor, pada Kamis sore, menunjukkan Bima Arya dan seorang anggota rombongan positif, sedangkan tiga anggota rombongan lainnya negatif.

Tak hanya di kota, Bupati Bogor Ade Yasin, menyebutkan ada tiga pasien positif terinfeksi virus corona jenis baru di Kabupaten Bogor Jawa Barat. Salah seorang di antaranya adalah yakni laki-laki berusia 35 tahun terpapar di sebuah klub dansa di Jakarta. Penularan kasus warga Bogor ini sama dengan yang dialami pasien nomor 01 dan 02 asal Kota Depok.

"Seorang laki-laki usia 35 tahun, ini rentetan dari kejadian klub dansa, yang pasien di Kota Depok," ujarnya saat mengumumkan kasus Covid-19 di Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (19/3).

Menurutnya, pria yang tinggal di Kecamatan Bojonggede Kabupaten Bogor itu berdansa tango dengan guru dansanya yang berusia 33 tahun pada 25 Februari 2020. Kemudian, esok harinya langsung demam dan berhasil surut dua hari kemudian.

Namun, setelah demamnya surut, esok harinya, 29 Februari 2020 pasien mengeluh tidak bisa mengendus bau dengan baik. Tetapi, sejak tanggal 28 Februari seorang pegawai swasta ini sudah mulai masuk kerja di DKI Jakarta.

"Berangkat kerja menggunakan transportasi umum seperti ojek online, KRL, MRT, dan busway," beber Ade Yasin.

Ade Yasin menyebutkan bahwa pasien mulai merasakan sesak napas pada 7 Maret 2020. Kemudian, ia dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 setelah melaksanakan serangkaian pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan Jakarta.

Sayangnya, virus tersebut lantas menular ke ibundanya yang berusia 67 tahun. Pada 16 Maret 2020, perempuan yang berprofesi sebagai konsultan pajak itu juga dinyatakan terinfeksi Covid-19. Perempuan tersebut meninggal dunia saat menjalani masa karantina di RSUP Persahabatan Jakarta pada Kamis (19/3) dini hari.

Let's block ads! (Why?)



https://ift.tt/3981rUy

March 20, 2020 at 09:17AM

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Klaster Bogor, Sebar Kasus Positif Hingga Samarinda"

Post a Comment

Powered by Blogger.